Friday, November 10, 2017

[Review] The Chemistry of Marriage By Asri Tahir

Judul: The Chemistry of Marriage
Penulis: Asri Tahir
Penerbit: CV. PAA
Tahun: Cetakan pertama Maret 2016
ISBN: 987-602-70121-2-7
Tebal: 352 hlm.

=====================

"Karena mencintai membutuhkan perjuangan. Beranikah kamu menantang hatimu untuk jatuh dan terbang di saat bersamaan?"
.
.
Urusan hati memang selalu rumit. Karena tidak hanya sekali atau dua kali hatimu tidak sejalan dengan logikamu.

===

Ketika hati telah tertambat padanya sejak lama, namun dia tidak melihatmu sama seperti kamu melihatnya. Di saat yang sama kamu diharuskan menikah dengan seseorang demi menyelamatkan nama kekuarga.
.
.
Di lain pihak... Dalam keadaan patah hati karena sebuah pengkhianatan, ia berusaha untuk melupakan. Berakhir dengan menikahi seseorang, dengan alasan sebuah tanggung jawab.
.
.
Logika mengambil alih pengambilan keputusan meski awalnya hati menolak. Lalu bagaimana jika nantinya hati menerima bahwa keputusan itu benar?
.
Sama seperti hati yang mengambil sebuah keputusan yang salah, lalu kemudian logika memaparkannya kebenarannya. Karena hati dan logika tidak bisa dipisahkan. Mereka harusnya berjalan bersama, saling melengkapi.

===

Dalam sebuah pernikahan tidak hanya mengenai dua orang yang hidup bersama. Tapi dua orang yang menjadi satu, yang saling berbagi hidup. Berbagi sedih dan bahagia, dan juga saling percaya. Jika tidak bisa saling percaya, bagaimana bisa berbagi hidup, sedangkan keluargamu yang paling dekat dan selalu bersamamu adalah dia?
.
.
"Biar gimana pun kan perempuan itu tulang rusuk laki-laki yang hilang. Hidupmu mungkin nggak apa-apa tanpanya. Terlihat sempurna tapi nggak lengkap!" (hlm 310)

==============

Aku suka ceritana yang padet. Nggak cuma scene roman semata. Emang nggak sengebaperin OTR, tapi yang ini tetep bikin baper.
.
Ada Disa si cewek yang rada cuek. Rangga, si cowok yang kalau kata Disa ini gantengnya maskulin dan bukan cowok pomade. Terus ada Erick, cowok yang care banget sampai bisa bikin geregetan. Oh iya, ada juga si Renata yang centilnya bikin aku pengen nabok dia pake seblak kasur.
.
Benang-benang takdir mereka saling bertemu dan mengait, membuat cerita mereka tak bisa lepas satu sama lain.
3,5/5⭐ 

No comments:

Post a Comment