Tugas Mata kuliah Kewirausahaan: artikel
Setiap keberhasilan membutuhkan usaha dan kerja keras.Semua itu dimulai dari nol. Hal tersebut tidak gampang, apalagi hanya mengandalkan ijazah dalam mencari pekerjaan.
Bermula dari sebuah kesenangan, siapa yang menyangka bahwa hal tersebut menjadi penghantar kesuksesan? Awalnya iahanya suka tentang hal-hal yang berbau Jepang;ia pun melihat sebuah celah kesempatan yang kini menjadi realitas jalan hidupnya.
Baim-san begitu ia dipanggil. Ia lahir di Jakarta. Sejak kecil di masa sekolah, jiwa usahawannya memang sudah terlihat.Baim-san ingin seperti orang tuanya yang juga berjiwa usahawan.Orang tuanya menekunibeberapa usaha danjualannya.Motivasi awalnya adalah untuk menambah uang jajan; Baim-san pernah berjualan koran, menjajakan makanan yang di buat ibunya, dan berjualan parfum.
Alumnus Fakultas Ekonomi UGM ini mengungkapkan bahwa ketika mahasiswa dulu, iamemanfaatkan ilmunya dan mengombinasikannya dengan kesukaannya terhadap Jepang.Ketertarikan Baim-san pada Jepang telah menginspirasinya untuk mencoba bisnis kuliner dengan membuka kedai, yaitu Nikkou Ramen di Jl. Sangaji 79, Yogyakarta.
Baim-sanmembaca peluang bahwa masyarakat Yogyakarta dianggap cukup memiliki antusias yang cukup tinggi terhadap makanan khas Jepang.Hal ini dapat dilihat dari julukan Yogyakarta sebagai “Kota Pelajar” yang pada umumnya pelajar/mahasiswa memiliki gaya hidup yang konsumtif.
Pada tahun 2008, Baim-san bersama salah seorang teman memulai usaha kuliner khas Jepang ini dengan bermodal ide dan semangat. Dengan modal sedikit dan kemudian membukit. Artinya, ia memulai usaha dari nol.Selain Nikkou Ramen, Baim-san juga membuka cabang di lokasi lain, yaitu di Seturan.Saat ini Baim-san sudah memiliki kurang lebih 13-17 orang karyawan yang sebagian besar berasal dari kalangan mahasiswa.
Ada kendala dan juga pasang surut dalam usahanya.Salah satunya terkait dengan efektivitas waktu pekerja yang umumnya adalah mahasiswa.Pada jam aktif, yaitu buka pukul 10.00 dan tutup maksimal pukul 20.00,namun selesainya jam kerja tidak selalu berpatokan pada waktu tersebut.Ketika musim liburan, jumlah konsumen berkurang karena banyak pelajar libur dan banyak mahasiswa yang pulang ke kampung halaman.Pernah juga Baim-san membuka cabang di daerah Selokan Mataram, namun karena suatu alasan, cabang di sana tidak berjalan dengan baik dan kemudian ditutup.
Menurut Baim-san, enterpreneur yang baik adalah tidak pernah takut mencoba, pantang menyerah, cerdas, bervisi “Jual yang mereka butuhkan, jangan jual apa yang kita punya”. Ada pula tips berwirausaha dari Baim-san yaitu survei peluang, memilih target customer secara tepat, berani ambil resiko, modal memadai, dan jangan takut gagal.
By: 11201244016/N PBSI'11/04 Nov'13
Tuesday, December 24, 2013
Friday, October 11, 2013
Resensi: Ayah, Menyayangi Tanpa Akhir
Ayah, Menyayangi Tanpa Akhir – Kirana Kejora
Penerbit : Zetta
Tahun terbit : 2012
Tebal Buku : 372 halaman
Sinopsis
Cerita ini berawal dari Arjuna Dewangga, yang kerap disapa Juna sesosok calon apoteker yang berkenalan dengan Keisha Mizuki, gadis Jepang yang belajar di Indonesia jurusan Arkeologi. Perkenalan mereka berakhir dengan pernikahan walau tanpa restu dari orangtua keduanya.
Juna anak pertama dari orang tuanya yang merupakan darah biru, ningrat Solo, ia rela pergi dari rumah demi menikah dengan Keisha. Keisha seorang gadis yang masih keturunan ningrat, daimyo dan samurai, yang kebanyakan masih berpikir konvensional. Pernikahan mereka dilakukan tanpa hadirnya orangtua kedua belah pihak.
Juna dan Keisha berusaha bagaimana supaya mereka bisa hidup dan juga menyelesaikan studi. Studi merekaselesai dengan cepat, bahkan mereka lulus dengan cum laude. Di dekat kosan tempat tinggal mereka tinggal mbah Ngatinah yang sudah seperti keluarga sendiri, bahkan membantu keperluan Keisha ketika ia hamil. Kehidupan mereka juga melibatkan dua orang sahabat yang selalu ada, yaitu Dean yang calon dokter dan Rosa, mahasiswa calon arkeolog yang pelupa.
Juna yang sudah menjadi seorang apoteker, dan Keisha yang sudah menjadi arkeolog, mempersiapkan nama untuk anak mereka kelak. Rajendra Mada Prawira bila laki-laki, dan Arke Padma Nawangwulan bila perempuan. Ternyata Rajendra Mada Prawira-lah yang lahir. Keisha meninggal beberapa saat setelah melahirkan. Hal ini membuat Juna sangat terpukul dan pindah ke Cibubur bersama Mada dan Mbok Jum serta Pak Ri yang merawatnya dulu semasa kecil.
Juna telah menjadi seorang apoteker bahkan mempunyai perusahaan farmasi dan apotek dimana-mana. Ia membesarkan Mada supaya menjadi pemuda yang sesuai dengan namanya, menjadikan Mada ‘seseorang’ kemudian membawanya ke kedua orang tuanya untuk membuktikan bahwa pilihannya menikahi Keisha adalah tepat. Juna mengajarkan pada Mada seperti apa dan untuk apa arti hidup yang sesungguhnya.
Mada menjadi pribadi yang cerdas, banyak kawan, serta banyak kegiatan. Ia menjadi ‘orang lapangan’. Ada kalanya hubungan Mada dan Juna adalah ayah dan anak, namun lebih sering apa yang terlihat adalah layaknya teman dan sahabat. Betapa dekat dan saling merasakan satu sama lain. Namun kedekatan itu bukan berarti tidak pernah ada pertengkaran antara keduanya. Pertengkaran yang terjadi menyakiti hati satu sama lain, sehingga pertengkaran yang terjadi tidak akan pernah bertahan lama.
Pernah Mada merengek meminta ibu baru. Pernah pula karena hasutan seorang teman sekelasnya ketika SD, Mada mengirim surat dan berharap surat itu sampai kepada ibunya yang sudah meninggal. Ketika Mada tidur, ia memeluk foto ibunya, berharap bisa bertemu dengan ibunya dalam mimpinya.
Namun semua itu akhirnya hanya tinggal kenangan.
Suatu hari Mada yang sakit divonis mengidap kanker otak stadium IV. Juna tidak menginginkan adanya operasi. Ia yang seorang apoteker, bersama Dean yang dokter berusaha semaksimal mungkin demi kesembuhan Mada, walau akhirnya Mada tak tertolong dan meninggal pada umur 17 tahun. Setelah kehilangan yang kedua itulah kemudian juna menyadari bahwa pada saatnya nanti kita semua memang harus sendiri.
Yogyakarta, 28 Jun'13
Ps.
salah satu dari 50 hasil resensi novel, tugas akhir mata kuliah Kajian Fiksi.. :D
Penerbit : Zetta
Tahun terbit : 2012
Tebal Buku : 372 halaman
Sinopsis
Cerita ini berawal dari Arjuna Dewangga, yang kerap disapa Juna sesosok calon apoteker yang berkenalan dengan Keisha Mizuki, gadis Jepang yang belajar di Indonesia jurusan Arkeologi. Perkenalan mereka berakhir dengan pernikahan walau tanpa restu dari orangtua keduanya.
Juna anak pertama dari orang tuanya yang merupakan darah biru, ningrat Solo, ia rela pergi dari rumah demi menikah dengan Keisha. Keisha seorang gadis yang masih keturunan ningrat, daimyo dan samurai, yang kebanyakan masih berpikir konvensional. Pernikahan mereka dilakukan tanpa hadirnya orangtua kedua belah pihak.
Juna dan Keisha berusaha bagaimana supaya mereka bisa hidup dan juga menyelesaikan studi. Studi merekaselesai dengan cepat, bahkan mereka lulus dengan cum laude. Di dekat kosan tempat tinggal mereka tinggal mbah Ngatinah yang sudah seperti keluarga sendiri, bahkan membantu keperluan Keisha ketika ia hamil. Kehidupan mereka juga melibatkan dua orang sahabat yang selalu ada, yaitu Dean yang calon dokter dan Rosa, mahasiswa calon arkeolog yang pelupa.
Juna yang sudah menjadi seorang apoteker, dan Keisha yang sudah menjadi arkeolog, mempersiapkan nama untuk anak mereka kelak. Rajendra Mada Prawira bila laki-laki, dan Arke Padma Nawangwulan bila perempuan. Ternyata Rajendra Mada Prawira-lah yang lahir. Keisha meninggal beberapa saat setelah melahirkan. Hal ini membuat Juna sangat terpukul dan pindah ke Cibubur bersama Mada dan Mbok Jum serta Pak Ri yang merawatnya dulu semasa kecil.
Juna telah menjadi seorang apoteker bahkan mempunyai perusahaan farmasi dan apotek dimana-mana. Ia membesarkan Mada supaya menjadi pemuda yang sesuai dengan namanya, menjadikan Mada ‘seseorang’ kemudian membawanya ke kedua orang tuanya untuk membuktikan bahwa pilihannya menikahi Keisha adalah tepat. Juna mengajarkan pada Mada seperti apa dan untuk apa arti hidup yang sesungguhnya.
Mada menjadi pribadi yang cerdas, banyak kawan, serta banyak kegiatan. Ia menjadi ‘orang lapangan’. Ada kalanya hubungan Mada dan Juna adalah ayah dan anak, namun lebih sering apa yang terlihat adalah layaknya teman dan sahabat. Betapa dekat dan saling merasakan satu sama lain. Namun kedekatan itu bukan berarti tidak pernah ada pertengkaran antara keduanya. Pertengkaran yang terjadi menyakiti hati satu sama lain, sehingga pertengkaran yang terjadi tidak akan pernah bertahan lama.
Pernah Mada merengek meminta ibu baru. Pernah pula karena hasutan seorang teman sekelasnya ketika SD, Mada mengirim surat dan berharap surat itu sampai kepada ibunya yang sudah meninggal. Ketika Mada tidur, ia memeluk foto ibunya, berharap bisa bertemu dengan ibunya dalam mimpinya.
Namun semua itu akhirnya hanya tinggal kenangan.
Suatu hari Mada yang sakit divonis mengidap kanker otak stadium IV. Juna tidak menginginkan adanya operasi. Ia yang seorang apoteker, bersama Dean yang dokter berusaha semaksimal mungkin demi kesembuhan Mada, walau akhirnya Mada tak tertolong dan meninggal pada umur 17 tahun. Setelah kehilangan yang kedua itulah kemudian juna menyadari bahwa pada saatnya nanti kita semua memang harus sendiri.
Yogyakarta, 28 Jun'13
Ps.
salah satu dari 50 hasil resensi novel, tugas akhir mata kuliah Kajian Fiksi.. :D
Dongeng: A Greedy Prince
Once upon a time, there lived a little prince in a castle. He was only child in there castle. His parents and all his maid spoiled him. Uhm… give him anything what he wanted. He wanted any foods. “This foods for you, my prince.” Said a maid. “Nyam-nyam-nyam, gave me more!” command the little prince, with some foods in his mouth. Like that his parents did. So, he was very fat and very very big, and he liked it.
One day, he didn’t want to eat any foods. “No!” rejected the little prince, when the maids and his parents give him some foods. Apparently, he wanted to walk in garden. He stayed there until night came.
Suddenly, he met someone in there, “Hey, who are you?” ask the prince. “You didn’t need to know who I am.” Said the man prepare some foods in the table. The little prince looked the foods.
“What? Did you wanted it?” ask the man, smile. “Uhmm… maybe one?” said the prince. “Pleasure, don’t be afraid to ate it.” Begged the man. And the little prince ate some foods.
But, surprise! He was cursed became a thin prince. He was sad crying. “I was a witch, oh greedy prince! Hahaha!” laugh the witch loudly, then he disappeared and not coming back.
The prince back to his castle. His parents and all his maid shocked by what happened with the prince. And then, his parents and all his maid gave him what he want, he wanted any foods. His parents hopes returned their son. They were give any foods in the table, and so all his maid did.
The little prince ate and drank all that was served. “Graup… graup… nyam-nyam-nyam, gluk-gluk-gluk…” his tummy was getting bigger. But he still ate any foods. He was full and very full.
Surprisingly, he slept very calmly. “Zzzz… zzz… zzzz…” but it happened for many days. Actually he dead. Maybe because of full. Who knows?
I think, the moral that I can get from this story is, don’t be a greedy people, something exaggerate is not good, and don’t trust someone directly.
Magelang, 12 Dec'11
Ps.
Tugas mata pelajaran bahasa inggris, membuat dongeng dan untuk nilai ujian praktek pas kelas 3 SMA. yah, bahasa inggrisnya emang acak-acakan sih, tapi yang penting tugas kelar.. haha :D
One day, he didn’t want to eat any foods. “No!” rejected the little prince, when the maids and his parents give him some foods. Apparently, he wanted to walk in garden. He stayed there until night came.
Suddenly, he met someone in there, “Hey, who are you?” ask the prince. “You didn’t need to know who I am.” Said the man prepare some foods in the table. The little prince looked the foods.
“What? Did you wanted it?” ask the man, smile. “Uhmm… maybe one?” said the prince. “Pleasure, don’t be afraid to ate it.” Begged the man. And the little prince ate some foods.
But, surprise! He was cursed became a thin prince. He was sad crying. “I was a witch, oh greedy prince! Hahaha!” laugh the witch loudly, then he disappeared and not coming back.
The prince back to his castle. His parents and all his maid shocked by what happened with the prince. And then, his parents and all his maid gave him what he want, he wanted any foods. His parents hopes returned their son. They were give any foods in the table, and so all his maid did.
The little prince ate and drank all that was served. “Graup… graup… nyam-nyam-nyam, gluk-gluk-gluk…” his tummy was getting bigger. But he still ate any foods. He was full and very full.
Surprisingly, he slept very calmly. “Zzzz… zzz… zzzz…” but it happened for many days. Actually he dead. Maybe because of full. Who knows?
I think, the moral that I can get from this story is, don’t be a greedy people, something exaggerate is not good, and don’t trust someone directly.
Magelang, 12 Dec'11
Ps.
Tugas mata pelajaran bahasa inggris, membuat dongeng dan untuk nilai ujian praktek pas kelas 3 SMA. yah, bahasa inggrisnya emang acak-acakan sih, tapi yang penting tugas kelar.. haha :D
Dalam Penantian
Menggapai senja, meraih matahari
Sisipkan sepi dalam penantian hari
Aku menepi berkaca pada angkuhnya sang siang dalam elegi
Menyatu pada rintik air mata suci mentari
Disini kuberdiri, berhadap pada kenyataan tak terselami
Memandang jauh cakrawala setinggi pelangi
Berharap mimpi menjadi seindah di dongeng peri
Magelang, 05 April’12
16:01
Tuesday, October 8, 2013
Senandung Koral - 051013
Desau angin yang berbisik
Hembus ombak yang meraih pantai
Aku disini menatapmu
Menaruh harap padamu
Buih yang membawa pasir menerpa koral
Iramakan senandung laut yang merengkuh karang
Pada rasaku yang tak kumengerti, kau hadir
Bayang senyummu hadirkan sepi dalam relung ini
Salahkah?
Aku bisa berkata tidak pada dunia
Namun degup jantung ini berkata sebaliknya
Desir pasir yang halus ini tetap tinggalkan luka
Kenapa tak bisa?
Seperti karang yang biarkan ombak datang dan pergi
Biarkan rasa menghampiri tanpa tinggalkan jejak pasti
Kenapa harus mempersulit diir?
Lewat ombak aku berbicara
Lewat pasir aku menuis kata
Kutitipkan rasa yang datang ini
Dan meleburnya dalam senandung simfoni
Yogyakarta, 6 okt’13
Ps.
Ini dibuat dengan mengingat debur ombak dan riuhnya laut.
Mengingat dalam ketidaksadaran.. haha XD
Laut – 041013
Ketika debur ombak menggulung pantai
Ketika karang merengkuh buih
Ketika angin meniup pasir putih
Saat itulah aku meresap rasaku padamu
Gelap langit yang sendu
Pekatnya batas cakrawala
Sesosok siluetmu dalam bayang malam
Buatku terpaku terpesona
Renyahnya suara tawamu
Secercah senyum santaimu
Segores raut sedih dan kecewamu
Bahkan setitik amarahmu
Semua itu membuatku berdegup ragu
Aku malu
Aku takut
Tapi…
Aku rindu
Aku sayang
Dalam ramainya gemuruh laut
Kuteriakkan namamu
Supaya dunia tau
Aku punya rasa untukmu
Yogyakarta, 04 Okt’13
Ps.
Puisi ini ditulis ketika eksplorasi alam, latihan drama.
Bukan karena menye-menye.. namun itu lebih karena antara dalam keadaan sadar dan tidur, haha
Subscribe to:
Posts (Atom)



