Sunday, February 7, 2016

[Review] BANGKOK by MOEMOE RIZAL






Judul Buku : BANGKOK: The Journal
Penulis : Moemoe Rizal
Penerbit : Gagas Media
Tahun Terbit: 2013


Siapkan paspormu dan biarkan cerita bergulir. BANGKOK mengantar sepasang kakak dan adik pada teka-teki yang ditebar sang ibu di kota itu. Betapa perjalanan tidak hanya mempertemukan keduanya dengan hal-hal baru, tetapi juga jejak diri di masa lalu.

Di kota ini, Moemoe Rizal (penulis Jump dan Fly to The Sky) membawa Edvan dan adiknya bertemu dengan takdirnya masing-masing. Lewat kisah yang tersemat di sela-sela candi Budha Wat Mahathat, di antara perahu-perahu kayu yang mengapung di sekujur sungai Chao Phraya, juga di tengah dentuman musik serta cahaya neon yang menyala di Nana Plaza, Bangkok mengajak pembaca memaknai persaudaraan, persahabatan, dan cinta.

Tîeow hâi sà-nùk, selamat jalan. 


..+..+..+..+..+..+..+..+..+..+..+..+..+..+..+..+..+..+..+..+..+..+..+..+..+..+..+..+..

Woah, ini novel keren betul.. Aku nggak bisa berhenti berdecak ketika baca. :D
Ini review novel hasil #BlinDateWithBooks, Bangkok karya Moemoe Rizal. *kapan ngedate sama orang betulan yak? >w< //plakk*

Menceritakan kisah hidup Edvan, seorang arsitek muda sukses yang bekerja keras menggapai posisinya sekarang, demi sebuah pembuktian pada orang yang ia sayang. Ia yang tinggal di Singapura, akhirnya kembali ke Indonesia untuk menemui orang-orang terkasihnya, namun semua telah berubah setelah sepuluh tahun. Bahkan awalnya ia mengira ia sudah melupakan sosok adiknya. Ketika ia mendatangi pemakaman ibunya, ia sama sekali tidak mengenali orang di pemakaman sebagai adiknya. Setelah bertemu dengan adiknya, Edvin sangat terkejut dan tidak suka dengan perubahan drastis Edvan, adiknya. 

Saat Edvan merasa sudah tak memiliki apapun dan siapapun lagi, Edvin datang menemuinya memberikan sebuah jurnal terakhir milik ibu mereka sebagai warisan untuk Edvan, dan Edvan harus melakukan perjalanan ke Bangkok untuk mencari enam jurnal yang lain untuk menemukan warisannya.  Dan hal itulah yang dibenci Edvan: warisan.

Perjalanan yang Edvan lakukan awalnya ia lakukan dengan setengah hati, hanya demi sebuah bakti pada mendiang ibunya. Melaksanakan permintaan terakhir ibunya kepada dirinya. Dalam perjalanan itulah akhirnya ia menemukan warisannya. Menemukan arti dari semua kejadian yang menimpanya, juga menemukan keluarga dan labuhan cintanya.

Edvan-Edvin-Charm-Max
Tokoh-tokoh yang akan sering muncul untuk menemani perjalanan pembaca ketika berkeliling Bangkok mencari keenam jurnal yang tersebar di seluruh Bangkok. Mereka mencari jurnal-jurnal itu berbekal petunjuk yang tertera di setiap jurnal. Tiap-tiap jurnal itu akan membawa  mereka pada jurnal sebelumnya. 

Banyak quotes yang bisa diambil dari novel ini. Tapi aku cuma mau mencantumkan beberapa aja.



“Everything has beauty, but not everyone sees it.” --Confucius


"Jangan pedulikan siapa adikmu. Kalau kamu memang sayang, sayangilah. Titik." (hlm. 397)


"Nggak ada satu pengadilan mana pun yang bisa memutuskan hubungan darah antara ibu dan anak." (hlm. 399)


"Mendoakan orang nggak boleh ada ‘tapi’-nya." (hlm. 400)



Cerita BANGKOK ini menurutku lebih menekankan pada perjalanan berkeliling Bangkok. Romantisme antartokoh-utama kurang terasa. Aku juga penasaran dengan apa yang kemudian terjadi pada Max setelah 'kejadian di kamar mandi' ketika Edvan sakit.

Ketika aku membaca novel ini, aku merasa seperti aku ikut Edvan jalan-jalan berkeliling Bangkok. Serasa mengalir begitu saja dan ikut merasakan perjalanan. Setelah selesai membaca novel ini, aku malah jadi ingin ke Bangkok, semakin penasaran dengan tempat-tempat yang disebutkan. :D  
Kita tidak boleh men-judge seseorang begitu aja, apalagi hanya dari awal perjumpaan. Kita juga diperlihatkan, bagaimana keluarga yang sesungguhnya, bagaimana bahagia yang sesungguhnya, dan bagaimana cinta serta pengorbanan yang sesungguhnya. 

Selamat membaca dan selamat menikmati perjalanan di Bangkok. ^^