Friday, November 10, 2017

[Review] Cafe Waiting Love By Giddens Ko

Judul: Cafe Waiting Love
Penulis: Giddens Ko
Penerbit: @penerbitharu
Terbit: Cetakan pertama, Januari 2016
Tebal: 404 hlm.
ISBN: 978-602-7742-70-3
.
.
Cafe Waiting Love, Cafe dengan nama romantis yang ada di ujung jalan sebuah pasar malam, di depan Universitas Tsing Hua. Nyonya Bos dengan kopi "Racikan Spesial Nyonya Bos"-nya, sebagai pemilik kafe. Memiliki dua orang pekerja; Albus, seorang lesbian, pekerja senior yang mahir meracik kopi, dan Li Siying, pekerja junior yang masih berstatus murid SMA kelas 3.
.
.
Banyak pelanggan yang datang ke kafe itu dan tau akan kemampuan Albus dalam meracik kopi, hingga ia sering mendapat tantangan. Pesanan untuk serombongan anak SMA memesan "Tapak Duka Nestapa Seperti yang Ada di Turnamen Gunung Huashan" dan juga pesanan sembarangan dari Raja Sembarang Pesan.
.
.
Di kafe itu, Siying bertemu dengan Zeyu, pemuda pecinta kopi Kenya yang memesan latte yang tidak disukainya, demi sang pacar. Ia berharap Zeyu adalah cinta yang ia cari.
.
.
Siying mulai berteman dengan A Tuo, pemuda yang sering diledek teman-temannya karena pacarnya direbut oleh seorang lesbian--dan menjadi dekat. Dari A Tuo ia mengenal berbagai macam temannya; ada Paman Cheng si bos pemilik bengkel sepeda, Bibi Pisau Emas pemilik penatu yang kemampuan memasaknya tiada duanya di Hsinchu. Ia hanya memasak di hari Minggu, dan setiap masakannya memiliki nama.
.
.
Ada Abang Bao, ketua gangster yang julukannya 'Dewa Kematian yang Bagaikan Badai Berjalan'. Ia suka sekali menonton film, memiliki banyak kaset, lengkap dengan 'bioskop buatan'.
.
.
A Tuo juga mengenalkan Siying pada Xiao Cai, murid lesnya yang 5x ikut ujian masuk universitas. Dia punya banyak keahlian dan sibuk belajar Seni Keajaiban Tubuh.
.
.
Kurasa tokoh utamanya adalah Siying dan A Tuo. Tapi, sepertinya nggak tepat juga kalau dikatakan demikian, karena semua tokohnya memiliki cerita masing-masing. Banyak tokoh yang muncul di sini dan mereka semua menyenangkan!
.
Banyak hal positif yang bisa diambil dari tokoh-tokohnya. Misal Albus, darinya aku mendapatkan, "semakin dewasa seseorang, semakin ia tau apa yang harus dilakukan untuk menghadapi masalah" dari scene dia membuat kopi untuk sekelompok remaja iseng.
.
Dari Abang Bao, walau dia ketua gangster, tapi dia tetap manusia. Dia hobi nonton film, dan dia juga suka telur. Selain itu dia juga sangat setia kawan.
.
Xiao Cai veda lagi, dari dia aku belajar, bahwa kekurang nggak seharusnya membuat kita menyerah untuk menggali kelebihan yang kita miliki. 😄😄
Pokoknya 4/5🌟 untuk banyak kisahnya yang unik dan antimainstream~ recommended!

No comments:

Post a Comment