Judul: Ti Amo, Tia Amoria
Penulis: Karla M. Nashar
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Terbit: Agustus 2011
Tebal: 344 hlm.
ISBN: 978-979-22-7409-7
.
.
Tia Amoria, si mata cokelat ekspresif, dengan mudah membuat lelaki tergelincir dalam kecantikan alami yang dimilikinya. Sayangnya, Tia telah mematri rapat hatinya karena ia memiliki alasan terbaik di dunia ini untuk bersikap demikian. Tapi semua itu berubah ketika dia bertemu dengan Marco Dantè yang eksentrik.
Marco Dantè, si tampan yang eksentrik, selama dua tahun terakhir berhasil hidup steril tanpa kehadiran wanita. Seperti halnya Tia, Marco memilih untuk menutup pintu hatinya karena ia pun memiliki alasan terbaik di dunia ini untuk bersikap seperti itu. Tapi semua itu berubah ketika dia bertemu dengan Tia Amoria yang memesona.
Butuh energi luar biasa bagi Tia untuk mempertahankan apa yang selama ini dipercayainya setelah Marco memasuki kehidupannya. Tia pun harus mempertanyakan kembali semua keputusan yang telah dibuatnya beberapa tahun lalu.
Terlebih ketika Marco berbisik di telinganya...
“Ti amo, Tia Amoria — I love you, Tia Amoria.”
.
.
.
Setelah kucermati, cerita yang ditawarkan Karla ini banyak mengambil isu yang ada di sekitar kita; kali ini mengenai anak di luar nikah yang sering disebut anak haram--dan aku tidak setuju dengan itu. Selain itu, heroine selalu digambarkan dengan sosok yang sangat menikmati pekerjaannya. Khas Karla juga dengan segala kalimat² manisnya yang menyihir.
Karakter tokoh cukup kuat untuk bisa membuatku nggak membandingkan dengan tokoh di buku Karla yang lain. Tia, seorang orang tua tunggal yang juga seorang wanita karier. Ia sosok yang tegar dan keras hati. Marco, seorang pria yang too good to be true--tampan, baik hati, smart, sukses, dan kaya. Alila, kusuka karakter dia yang ceria dan cerdas, memberi warna tersendiri di cerita ini. Jeannie, sosok yang baik hati, tegar, dan realistis, ia tidak akan menangisi masa lalunya, menjadikannya pelajaran dan melangkah maju--itu yang kusuka. Arleena, aku nggak suka dengan tipe ini, terkesan manja, egois, dan menyebalkan--sorry! Masih ada Nico, yang pengertian dan camer idaman--eh! Pak Wayan bos yang royal, baik hati, dan cinta keluarga--sungguh bos idaman!
Untuk setting, sama seperti LHHP, aku suka karena digambarkan dengan detail--aku menikmati membayangkan deskripsi dari tempat² dan suasana Bali dan Italia. Pun deskripsi perasaan mereka--aku jengkel ketika Tia egois dan Arleena yang seenaknya sendiri.
Menggunakan sudut pandang orang ketiga, yang bikin aku bisa melihat sudut² cerita yang tidak diungkapkan tokoh pada dialog. Herannya, meski dengan pov ini aku tetap bisa merasakan perasaan masing² dari mereka.
Alur maju mundur disampaikan dengan rapi dan apik. Seperti menyodorkan teka-teki untuk dirangkai dan dijawab. Alur akan terasa sedikit lambat ketika tokoh berurusan dengan pekerjaannya. Tapi ini yang aku suka, cukup detail! Jadi bukan hanya berisi cinta yang menye². Di awal cerita, tadinya aku berpikir akan seperti LHHP yang kedua tokoh sudah saling mengenal, ternyata belum. Btw, mungkin, munculnya perasaan mereka agak mengejutkan karena interaksi di awal atau narasi nggak terlalu menunjukkan perasaan mereka.
Selain konflik yang lumayan bikin geregatan, cerita ini cukup komplit menguras emosi. Dari komedi, sedih, hingga jengkel--perasaanku campur aduk baca ini. Kebanyakan part lucu itu menyangkut Marco dan Alila.
Dari karya Karla yang kubaca, aku paling suka ending cerita ini. Dinarasikan pada sebuah coretan diari. Karla menutup cerita ini dengan sangat manis dan romantis. Rasanya aku belum rela mendapati kisah mereka selesai. Walau banyak typo bertebaran, cerita ini mampu membuatku tidak mengindahkannya. Kalian nggak akan menyesal baca ini, melihat indahnya Bali dan Italia.
No comments:
Post a Comment