Judul: Wedding Rush
Penulis: Jenny Thalia F.
Penerbit: EMK
Terbit: 2015
ISBN: 978-602-02-6349-6
Tebal: 328 hlm
"Makanan adalah obat paling mujarab untuk penyakit patah hati." (hlm 15) -- aku banget nih, ahaha 😆
Itu yang dikatakan Daka pada Padma ketika Padma patah hati. Namun ternyata hal itu tidak berlaku untuk Padma.
Padma memutuskan meninggalkan tiga orang sahabatnya--Rajata, Resita, dan Daka--setelah akhirnya tahu kalau perasaanya pada Rajata bertepuk sebelah tangan. Rajata memilih Resita. Setelah dua tahun, ia memilih kembali pada saat pernikahan Rajata dan Resita. Kembalinya Padma setelah dua tahun menghilang menggemparkan dunia entertainment tanah air. Artis kelas atas akhirnya muncul kembali.
Padma bisa dengan cepat mengembalikan hubungan persahabatannya dengan Daka. Tetapi bagaimana dengan Rajata dan Resita? Dua orang yang selama ini ia hindari dan ingin ia benci, tetapi tidak bisa.
"Karena tak ada yang namanya 'bekas sahabat' selama apa pun kita meninggalkan mereka. Sahabat tetaplah sahabat." (hlm 37)
Daka yg paling dekat dengan Padma membantunya supaya hubungan persahabatan mereka berempat membaik. Keberadaan Daka sudah seperti kakak bagi Padma. Daka jugalah yang membantunya tersenyum kembali. Walau kemudian senyum itu menghilang dan muncul lagi dengan berbeda ketika bertemu dengan dua sahabatnya yang lain. Senyum akting seorang artis.
"Cinta bisa datang dengan sangat cepat namun sangat lama untuk membuat perasaan itu pergi dari hatinya." (hlm 41)
Terus gimana dengan Padma? Nasib cinta dan persahabatannya?
"Nggak pernah ada yang tahu kan masa depan itu gimana. Jalanin aja" (hlm 85)
Daka selalu ada untuk Padma, membantunya untuk memperbaiki hubungan persahabatan mereka berempat. Tanpa diyakinkan oleh Daka pun Padma tahu bahwa dia harus melanjutkan hidup, tidak melulu mempertahankan sakit di hatinya. Ia vakum sementara waktu dari dunia entertainment dan bekerja dengan Daka sebagai seorang SEO. Di sanalah ia bertemu dengan Riko, lelaki yang dikenal lumayan lama oleh ketiga sahabatnya, tapi tidak dengannya.
"Move on bukan berarti kenangan yang lalu itu hilang dan lo lupa sama semua kejadian yang lalu. Move on itu tentang melepaskan secara bertahap." (hlm 91)
Padma memutuskan untuk membiarkan Riko yang gencar mendekatinya. Ia menghabiskan sebagian waktunya bersama Riko di sela" kesibukannya. Di saat Padma mencoba meraih kebahagiaan, Daka masih belum bisa move on dari traumanya pada sebuah hubungan serius.
"Sahabat akan terus saling memiliki, bagaimanapun kondisinya." (hlm 126)
Gimana dengan Padma mengenai persahabatan dan cintanya? Ketika dia mulai memutuskan, saat itu pula dia mulai merasa takut kehilangan. Gimana dia menghadapinya? Riko yang merasa cemburu dengan kedekatan Padma dengan sahabatnya, dan Daka yang sekalinya serius jatuh cinta malah mencintai calon istri orang. Tuhan memang Maha Asyik. Tuhan selalu punya rencana untuk bermain-main sebelum akhirnya membuat semua berakhir indah.
Akhirnya selesai juga~
Cerita ini asyik, nggak melulu cinta"an, tapi juga persahabatan. Aku gemes betul baca ini, pada egois ih. Isinya campur aduk bikin baper. Coba gitu Daka dan Riko fusion, pasti perfect! Love 'em! Ahaha 😆 *plak*
4/5 ⭐⭐⭐⭐
No comments:
Post a Comment